Minggu, 16 Januari 2011

SAMBEL TUMPANG










Edisi kali ini menampilkan tentang sambel tumpang. Makanan yang satu ini juga sangat susah ditemui di Jakarta. Pernah dapat sekali di daerah Bintaro, akan tetapi rasa bumbunya kurang jelas, encer, dan yang menonjol hanya rasa asin saja.
sebelum lebih jauh membahas resep dan cara memasaknya, terlebih dahulu ingin bercerita tentang sambel tumpang.


Dibesarkan di dua daerah yang berbeda membuat saya memiliki 2 versi sambel tumpang yang berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda, tapi sama-sama enaknya.
Pada waktu kecil sampai dengan kelas 2 SD, diasuh oleh Budhe, yang saya panggil ibu juga, di Karanganyar. Di daerah ini mempunyai kebiasaan kalau pagi sarapan nasi tumpang, selain ada juga bubur tumpang, bubur terik, atau sambel goreng krecek. Ciri khas sambel tumpang di Karanganyar dan sekitarnya, kuah sambel tumpangnya tidak menggunakan santan tetapi parutan kelapa muda yang ikut direbus didalamnya, sehingga rasanya menjadi lebih gurih (mirip dengan sayur oblok-oblok, resep masih ngantri ya!).


Pada saat kelas 3 SD sampai SMA, mulai tinggal dengan orang tua kandung yang sedang tugas di Sragen. Di daerah ini ternyata variasi jajanan untuk sarapan makin banyak, mulai dari jajan pasar, nasi tumpang, pecel, bubur beraneka macam, soto, kare, dsb. Orang Sragen ternyata senang jajan.. :D
Nah, kembali ke masalah sambel tumpang. Di Sragen, sarapan nasi tumpang tiap pagi juga menjadi favorit. Akan tetapi di daerah ini, terdapat sambel tumpang dnegan versi yang berbeda dengan di Karanganyar. Sambel tumpang khas Sragen menggunakan santan untuk kuahnya, sementara isiannya didominasi tempe yang dihaluskan.
Ada penjual tumpang yang sangat terkenal di Sragen, namanya Mbok Jami, di pasar bunder. Sekarang sepertinya diteruskan oleh anaknya. Sambel tumpangnya sangat kental dan legit. Apalagi karena dibungkus dengan daun jati membuat aroma sambel tumpangnya makin nikmat. Kesiangan sedikit, dijamin bakal kehabisan. Dahulu paling suka makan nasi tumpang mbok Jami, tapi paling sebal jika disuruh membeli, antrinya itu lho...!!
Saat lepas SMA, keluarga pindah ke Solo. Disini kebiasaan jajan makin kacau. Orang Solo sangat terkenal dengan kebiasaan jajannya. Pagi-siang-sore mau cari apa saja ada. Akan tetapi menu jajan sarapan jadi berubah, karena kalau di Solo tumpang tidak terlalu digemari sehingga kalau ingin makan sambal tumpang paling pesan sepanci penuh sama ibu yang di Karanganyar. Selepas ibu yang di Karanganyar sakit dan kemudian meninggal, makin jarang kami makan sambel tumpang. Paling jika lebaran, itupun minta rewangnya bulik untuk membuatnya. Makanya jika menu lebaran orang lain adalah opor atau sambel goreng, di rumah kami meski menu itu ada tetapi yang laku malah sambel tumpang yang versi kelapa muda parut, hehehe..
Begitu sudah dewasa dan merantau, jika kangen sambel tumpang terpaksa membuat sendiri :'(


Nah sekarang saatnya menampilkan resep dari sambel tumpang. Yang akan ditampilkan kali ini adalah resep sambel tumpang versi parutan kelapa muda.


Bumbu yang direbus:






  • cabai merah keriting



  • cabe rawit merah
  • bawang merah

    bawang putih

    kencur *

    sereh digeprek

    ebi

    lengkuas digeprek

    daun jeruk

    daun salam

    gula jawa *

    garam *

    air

(*) bahan yang wajib tapi lupa di foto :D


bahan isi:











  • tempe, lebih baik yang sudah disimpan 1-2 hari diluar kulkas. potong besar-besar agar mudah disisihkan setelah direbus
  • kelapa muda parut, cari yang masih lentur jika ditekan
  • krecek
  • petai

bahan tambahan:

  • sayuran hijau yang direbus, bisa bayam, daun singkong, kenikir, daun pepaya, dsb. paling enak jika menggunakan kenikir karena aromanya yang wangi
  • tauge yang direbus sebentar
  • bawang merah goreng untuk taburan. aroma bawang goreng ini akan makin menambah gurihnya sambel tumpang

cara membuat:

  1. rebus bumbu-bumbu bersama tempe diatas api sedang selama -/+ 15 menit. air jangan terlalu banyak, hanya sebatas permukaan bahan-bahan. jika kebanyakan akan membuat sambal terlalu encer. saat semua bahan tersebut direbus, aromanya harum sekali.. dijamin ingin segera menikmatinya!
  2. setelah direbus, ambil bahan-bahan tadi, airnya sisihkan untuk dipakai lagi.
  3. haluskan bumbu dan tempe yang sudah direbus tadi (minus daun salam, daun jeruk, lngkuas, dan sereh). Biar gampang menghaluskan, pisah tempe dengan bumbu dapur.
  4. kembalikan bahan-bahan yang sudah dihaluskan ke dalam air rebusan bumbu
  5. tambahkan parutan kelapa, krecek, petai, gula jawa, dan garam
  6. masak diatas api sedang, jangan lupa sering diaduk biar tidak gosong
  7. setelah rasa kelapa menjadi matang dan petai menjadi lunak, angkat, taburi bawang goreng
  8. sajikan bersama nasi dan sayuran
  9. cara penyajiannya adalah tuang sambel tumpang diatas permukaan nasi dan sayuran hijau. nikamti dengan karak atau tempe goreng tepung (sayangnya gak sempat masak lauknya, jadinya fotonya plain aja, hehehehe...)

Jika ingin membuat sambel tumpang yang versi diberi kuah santan, bumbu dan cara memasaknya sama saja, hanya pada bagian diberi parutan kelapa, diganti dengan diberi santan kental. Cuma perlu diingat jika diberi santan berarti air yang dipakai untuk merebus bahan harus dikurangi dan jumlah tempe harus ditambah karena kalau tidak akan menjadi terlalu encer.

Beda rasanya adalah jika yang versi parutan kelapa lebih gurih dan ada renyahnya, tetapi jika yang disantan berasa lebih kental dan legit.

Selain dengan nasi, bisa juga dinikmati dengan bubur beras yang dimasak dengan santan, daun salam, dan sedikit garam, bukan bubur yang dimasak dengan kaldu seperti bubur ayam.

hmmm.. kalau sudah memasak sambel tumpang, akan habis dalam sekejap. dan ada perasaaan puas jika melihat keluarga makan sampai nambah-nambah. So, selamat praktek ya.. semoga keluarga anda juga bisa menikmatinya seperti keluarga saya :D

5 komentar:

  1. kangen sambel tumpang yang tempenya semangit, isinya telur rebus dan tahu putih yang wueenaaaakkkkk....

    BalasHapus
  2. sambel tumpang atau tempe bosok. Bikin kangen rumah. Harum dan rasanya itu lho....luaaar biasa. Sayangnya, di bandung nggak ada yang jualan.

    BalasHapus
  3. pulang ke jatinom klaten muter2 pasar warung sambel tumpang ndak ada yang buka .......sudah setahun lebih ndak ngicipi ......so sad!!

    BalasHapus
  4. Gambar diatas itu bukan tempe semangit ya?
    btw mantap

    BalasHapus
  5. saya dibesarkan di Sragen memang sambel tumpang sangat special di sragen, sebenarnya yang lebih enak dari mbok Jami banyak di Sragen.

    BalasHapus